Selasa, 01 Maret 2016

Main Mobil-mobilan Pada Pembelajaran Gerak

Pembelajaran gerak diawali dengan pengertian gerak lurus dan definisi kecepatan. Ketika guru bertanya tentang pengertian kecepatan semua bingung menjawab. Ketika diberi contoh kecepatan juga belum nyambung dipikiran siswa. 


Akhirnya saya mempunyai ide bagaimana cara mencari kecepatan dengan bermain mobil-mobilan. Apalagi ini materi untuk kelas 7 yang masih senang bermain. Jadi anak2 saya suruh membawa mobil-mobilan dari rumah, terutama yg ada remote controlnya.

Sebelum memulai praktek, di lantai kelas dibuat garis-garis untuk track mobil. Dimulai dari 0 m, 0,5 m, 1 m, 1,5 m dan 2 m. Disiapkan juga stop watch untuk menghitung waktu yang dibutuhkan mobil berjalan dari titik 0 m ke titik berikutnya.

Sebagian siswa melakukan percobaan main mobil-mobilan, sebagian lagi mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja yang disiapkan. 

Pada lembar kerja juga berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa menemukan rumus lecepatan yaitu jarak bagi waktu.

Alhamdulillah pembelajaran berlangsung menyenangkan karena siswa tidak merasa belajar tapi bermain..

Senin, 01 Februari 2016

Belajar Arus Listrik dengan Comic Strip

Materi listrik dinamis diawali dengan pengenalan konsep arus listrik dan tegangan listrik. Tapi saya bingung menyampaikannya seperti apa. Bagi orang kelistrikan mungkin akan berkata bikin aja percobaan pake amperemeter dan voltmeter untuk melihat adanya arus listrik. Tapi karena disekolah saya mengajar alat2 lab belum lengkap, jadi opsi ini agak susah dilakukan. Mungkin kedepannya bisa dilakukan.
Akhirnya saya mengambil pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran kali ini. Idenya dari rekan guru dari sekolah tetangga yang memakai comic strip pada pembelajaran genetika. Nah, pada salah satu buku sumber saya yaitu Gasing Fisika dari Yohanes Surya terdapat komik yang seperti saya butuhkan ini. Jadilah saya memakai comic dari buku ini..

Setelah siswa membaca komik ini, secara berklompok siswa menjawab pertanyaan pertanyaan pada lembar kerja dengan diskusi kelompok. Setelah itu hasil kerja kelompoknya dipresentasikan didepan kelas..

Minggu, 31 Januari 2016

Bermain Sulap dengan Listrik Statis

Materi listrik statis cukup gampang dipraktekkan. Cukup dengan penggaris plastik dan sobekan kertas kecil2. Maka siswa bisa melihat fenomenanya.
Bagaimana jika ingin mengamati sifat listrik statis yaitu jika benda dengan muatan sama bila didekatkan maka akan terjadi tolak menolak, dan jika muatannya beda akan terjadi tarik menarik. Tadinya saya ingin memakai balon dan kain wol. Tapi sayang kain wol tidak ada. Waktu diganti dengan benang wol juga tidak berhasil.
Akhirnya saya memakai penggaris lagi, yang satu panjang, dan yang satunya lagi pendek. Penggaris pendek digantung dengan benang. Penggaris panjang diberi muatan dengan digosokkan ke rambut yang kering. Kemudian didekatkan kepenggaris yg pendek. Hasilnya penggaris pendwk akan bergerak mengikut penggaris panjang. Jadi seperti sulap bukan?

Bermain Peran dalam Persilangan

Materi pelajaran persilangan itu gampang - gampang susah. Gampang menurut guru, susah menurut siswa. Hehe..
Banyak metoda ato strategi pembelajaran yang sudah banyak dicobakan oleh guru. Coba aja googling, pasti akan ketemu pembelajaran dengan berbagai macam media, mulai dari kancibg genetika, ada yang pake sedotan, ada koin, sampai yang terbaru yang saya temukan adalah menggunakan plastik mika warna warni yang. Tapi menurut saya kok rasanya masih kurang 'ngena' pada siswa. Materi itu serasa masih di awang - awang. Emang layangan.. 
Akhirnya saya coba pendekatan yang lain. Belum begitu sukses hasilnya, tapi setidaknya anak2 sudah mulai bisa mempunyai gambaran yang pas tentang persilangan berikut dengan simbol2nya.
Pertemuan pertama saya membahas tentang sifat2 yang diturunkan orang tua ke anak2nya. Sebagaimana biasa, pembelajaran dilakukan berkelompok. Salah satu anggota kelompok ditunjuk sebagai objek pengamatan. Anak yang ditunjuk ini diwawancarai oleh teman2nya tentang hal2 yang mirip dengan orang tuanya. Berpandu dengan lembar kerja yang saya bagikan, tugaspun dibagi. Ada anggota kelompok sebagai objek wawancara, ada yang mewawancarai, dan ada yang mencatat hasil wawancara.
Dari hasil wawancara ini anak2 bisa membedakan  sifat dominan, resesif, intermediet. Juga mengenal istilah2 lain seperti parental, filial, alel, genotip dan fenotip.
Pertemuan kedua, adalah memahami bagaimana proses persilangan. Disini saya melakukan pendekatan yang sedikit berbeda dengan biasanya, yaitu bermain peran.
Sebelum bermain peran saya sudah menyiapkan label yaitu Parental jantan, parental betina, lambang2 genotip sifat2 yang disilangkan. Saya membuat pada kartu2 gen..
Nah, beberapa anak saya minta kedepan untuk menjadi model bermain peran. Ada yang jadi parental, dan ada yang jadi filial. Mereka memegang kartu sesuai perannya masing2. Kemudian saya mensimulasikan persilangan itu.
Hasilnyaaa.. Masih ada yang bingung.. Hehe..
Kedepannya saya akan berusaha menyempurnakan lagi sehingga dapat benar2 diaplikasikan dengan baik.
Sayang saya gak mendokumentasikan dengan lengkap. Next time.. InsyaAllah..

Rabu, 21 Oktober 2015

Game Kartu 3 Warna Dalam Pembelajaran Adaptasi

Pembelajaran minggu ini berlangsung sangat meriah. Loh, kok pembelajaran bisa meriah.. Kayak acara ulang tahun aja.. Hehe..
Materi pembelajaran kali ini adalah Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup, khususnya adaptasi. Sebenarnya ini materi yang cukup ringan bila dibandingkan materi- materi IPA yang lain dikelas 9. Dengan metoda konvensionalpun biasanya anak-anak akan cepat paham. Tapi, biasanya kalau cepat ingat akan cepat pula lupa.
Nah, supaya anak-anak tidak mudah melupakan materi ini, perlu dibuat kenangan yang menarik. Akhirnya saya memilih game untuk membuat kenangan itu bisa lekat dimemori mereka.
Didahului dengan penjelasan ringkas materi adaptasi dengan power point, kemudian siswa2 diskusi kelompok mengerjakan Lembar Kerja yang telah disiapkan. Setelah waktu yang ditentukan, diskusi selesai dan dilanjutkan dengan presentasi. Karena hasil diskusinya seragam, presentasi dibuat serentak seperti yang sudah saya ceritakan di Belajar Presentasi.
Setelah presentasi, game dimulai. Terlebih dahulu dibagikan ke siswa 3 kartu dengan warna yang berbeda. Merah, kuning dan hijau. Kartu merah adalah adaptasi morfologi, kartu kuning adalah adaptasi fisiologi dan kartu hijau adalah adaptasi tingkah laku.
Masing2 siswa memegang 3 kartu tersebut. Guru mulai membacakan soal yang pilihan jawabannya ada di 3 kartu tersebut. Setiap selesai membaca soal, siswa akan mengangkat salah satu kartu warna yang sesuai dengan piluhan jawabannya.
Game ini berlangsung meriah karena adanya kartu warna warni tersebut, juga tepuk tangan dan sorakan siswa yang merayakan bila jawabannya benar.
Sampai diakhir pembelajaran, ada siswa yang bilang ke saya,"Seru Bu, besok lagi ya, Bu."
Alhamdulillah.. :)

Sabtu, 10 Oktober 2015

Pembelajaran Otak

Pada pembelajaran tentang bagian-bagian otak, saya mencoba memakai media sederhana yang menggambarkan otak dan tulang belakang manusia.
Untuk otak, saya memakai bola yang diambil setengahnya saja. Bola kemudian digambarkan bagian-bagian otak dengan spidol. Untuk sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang cukup memakai kertas kardus.
Dengan media ini dan lembar kerja diharapkan  diharapkan siswa dapat memahami bagian-bagian otak beserta fungsinya.

Belajar Presentasi

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik mengharuskan adanya proses mengkomunikasikan. Salah satunya dengan mempresentasikan hasil diskusi dikelompoknya. Presentasi biasanya siswa kedepan membacakan hasilnya. Jika punya banyak waktu tidak masalah. Tapi jika waktunya terbatas, maka presentasi dilakukan dengan cara lain. Yaitu, ada siswa yang berperan sebagai tamu dan ada yang berperan sebagai tuan rumah. Tamu adalah anggota kelompok lain yang datang untuk mempresentasikan hasil kelompoknya. Sementara tuan rumah adalah yang berjaga dikelompoknya dan menerima presentasi tamu. Tuan rumah berhak bertanya atau menanggapi presentasi tamunya. 
Presentasi seperti ini lumayan menghemat waktu, 5 menit cukuplah. Semua kelompok dapat melakukan presentasi. Semua kelas riuh oleh suara anak-anak yang presentasi secara bersamaan..