Pada pembelajaran tentang alat-alat ekskresi beserta fungsinya sebenarnya gampang saja. Tinggal jelasin nama organnya, beserta fungsinya. Udah, selesai. Tapi pembelajaran seperti ini sangat tidak menarik, jadinya siswa2 waktu proses pembelajaran tidak aktif sama sekali. Bahkan kadang tidak memperhatikan penjelasan guru, malah sibuk masing-masing aja.
Karena itulah saya mencoba cara pembelajaran yang lain, yaitu modifikasi jigsaw.
Pertama - tama guru menyiapkan tugas yang akan dikerjakan siswa dalam 4 warna berbeda. (Liat foto).
Kemudian siswa dibagi menjadi kelompok kecil yang beranggotakan empat orang.
Tugas yang disiapkan tadi dibagi kepada kelompok2 yang sudah dibentuk. Masing-masing anggota kelompok mendapatkan soal yang berbeda dengan warna yang berbeda2 juga.
Anggota kelompok yang mendapat warna yang sama berhimpun dalam kelompok besar. Jadinya terbentuklah 4 kelompok besar menurut warna. Semua anggota kelompok mendiskusikan jawaban dari tugas yang diberikan. Dalam hal ini tidak ada yang tidak ikut bekerja, karena mereka bertanggung jawab membawa hasil diskusinya untuk dilaporkan ke kelompok asalnya.
Setelah waktu yang ditentukan, siswa kembali kekelompok asalnya dan melaporkan hasil diskusinya.
Tapi sayang, saya gak punya foto pembelajarannya.. Lupa motoin.. hehe
Tampilkan postingan dengan label Ekskresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekskresi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 September 2015
Pembelajaran Alat-alat Ekskresi
Rabu, 02 September 2015
Pembelajaran Proses Pembentukan Urine
Sistem ekskresi adalah salah satu materi IPA kelas 9 pada KTSP. Pembelajarannya biasanya dibagi 3 bagian. Bagian pertama tentang identifikasi alat-alat ekskresi beserta fungsinya. Bagian kedua adalah proses pembentukan urine. Dan bagian ketiga adalah penyakit atau kelainan pada sistem ekskresi beserta cara pencegahan atau pengobatannya.
Cerita saya kali ini adalah pembelajaran yg telah saya lakukan tentang proses pembentukan urine. Pada tahun-tahun sebelumnya, pada pembelajaran ini saya memakai model yang konvensional alias ceramah sampai mulut berbusa-busa, tenggorokkan kering dan batuk-batuk.. Lebay ya.. hehe..tapi emang itu yang terjadi kok.. Rasanya capee banget abis ngajar itu..
Tapi semua berubah setelah negara api menyerang... (minjem gayanya anak2)
Setelah saya mendapat pelatihan dari USAID Prioritas, saya merasa terbuka mata mendapat pengalaman yg luar biasa, saya jadi semakin tertarik mencari ide-ide baru yang dapat menarik siswa pada pembelajaran. Dari salah satu buku ide pembelajaran dari Usaid tersebut, saya mendapatkan ide ini. Ternyata gampang sekali, dan siswa-siswa saya juga jadi tertarik dan pelajarannya jadi lebih mudah dimengerti.
Idenya adalah membuat model ginjal dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, kemudian mencobakan sendiri prosesnya.
Untuk itu saya memakai saringan teh, botol plastik bekas, sedotan, selang kecil, balon dan air teh yg masih ada ampasnya..
Saringan difungsikan sebagai glomerulus, botol bekas sebagai rongga ginjal, sedotan sebagai ureter dan uretra, balon sebagai kantung kemih. Selang kecil sebagai pembuluh darah dari dan ke ginjal.
Kegiatan pembelajarannya, setelah model ginjal dibuat sendiri perkelompok, maka siswa akan mencobakan cara kerja model ginjal buatan sendiri.
Air teh berfungsi sebagai darah yang akan disaring, disaring dengan saringan, terus masuk ke rongga ginjal, terus ke ureter, ditampung dikantung kemih sampai penuh. Jika kantung kemih sudah penuh, akan terasa "kebelet", maka urine mesti dibuang melalui ureter.
Ternyata percobaan seperti ini membuat siswa2 lebih cepat mengerti, lebih aktif dalam kegiatan pembelajarannya..
Cerita saya kali ini adalah pembelajaran yg telah saya lakukan tentang proses pembentukan urine. Pada tahun-tahun sebelumnya, pada pembelajaran ini saya memakai model yang konvensional alias ceramah sampai mulut berbusa-busa, tenggorokkan kering dan batuk-batuk.. Lebay ya.. hehe..tapi emang itu yang terjadi kok.. Rasanya capee banget abis ngajar itu..
Tapi semua berubah setelah negara api menyerang... (minjem gayanya anak2)
Setelah saya mendapat pelatihan dari USAID Prioritas, saya merasa terbuka mata mendapat pengalaman yg luar biasa, saya jadi semakin tertarik mencari ide-ide baru yang dapat menarik siswa pada pembelajaran. Dari salah satu buku ide pembelajaran dari Usaid tersebut, saya mendapatkan ide ini. Ternyata gampang sekali, dan siswa-siswa saya juga jadi tertarik dan pelajarannya jadi lebih mudah dimengerti.
Idenya adalah membuat model ginjal dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, kemudian mencobakan sendiri prosesnya.
Untuk itu saya memakai saringan teh, botol plastik bekas, sedotan, selang kecil, balon dan air teh yg masih ada ampasnya..
Saringan difungsikan sebagai glomerulus, botol bekas sebagai rongga ginjal, sedotan sebagai ureter dan uretra, balon sebagai kantung kemih. Selang kecil sebagai pembuluh darah dari dan ke ginjal.
Kegiatan pembelajarannya, setelah model ginjal dibuat sendiri perkelompok, maka siswa akan mencobakan cara kerja model ginjal buatan sendiri.
Air teh berfungsi sebagai darah yang akan disaring, disaring dengan saringan, terus masuk ke rongga ginjal, terus ke ureter, ditampung dikantung kemih sampai penuh. Jika kantung kemih sudah penuh, akan terasa "kebelet", maka urine mesti dibuang melalui ureter.
Ternyata percobaan seperti ini membuat siswa2 lebih cepat mengerti, lebih aktif dalam kegiatan pembelajarannya..
Untuk kedepannya, jika saya masih mendapat tugas mengajar dikelas 9, mungkin akan ada beberapa hal yang ditambahkan.
Langganan:
Postingan (Atom)