Pembelajaran kedua pada Sistem Reproduksi adalah proses fertilisasi. Materinya tentang bagaimana proses terjadinya fertilisasi atau pembuahan, diawali dengan ovulasi, sampai terjadi kehamilan dan menstruasi.
Dulu-dulu, saya merasa kesusahan sekali dalam menjelaskan materi ini. Walaupun dibantu gambar atau video, siswa-siswa saya masih banyak juga yang kurang memahami. Dan lagi gambar atau video membuat siswa kurang aktif. Waktu itu saya belum bisa menggabungkan pembelajaran aktif dengan nonton video.. (kemana ajaaaa... hehe).
Nah, terinspirasi dari pembelajaran pembentukan urine, saya pun mendapatkan ide bagaimana kalau dibuat model alat reproduksi wanita dari bahan-bahan yang gampang didapat disekitar, bahkan bisa memakai bahan bekas juga.
Jadilah modelnya seperti difoto. Botol besar dipotong, dipakai bagian yang mengerucutnya. Itu adalah model dari "uterus".
Botol kecil, juga dipotong diambil bagian kerucutnya, itu adalah ovarium. "Ovarium" ini diisi dengan bola-bola tisu yang merupakan perumpamaan dari "ovum". Untuk saluran tuba fallopi, saya memakai selang air dipotong sekitar 15 cm. Ujungnya dibuat agak mengembang. Untuk mendramatisir telah terjadi kehamilan, maka pada dinding rahim bagian dalam ditempelkan potongan kertas mirip janin manusia.. hehe.. kan pura-puranya lagi hamil, gituu..
Saya memodelkan pembuatan alatnya didepan kelas, kemudian siswa pada masing-masing kelompok membuat sendiri modelnya. Kemudian siswa mengisi lembar kerja yang telah dibagikan.
Setelah semua selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan alat buatan mereka didepan kelas..
Tampilkan postingan dengan label CTL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CTL. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 September 2015
Pembelajaran Proses Fertilisasi
Rabu, 02 September 2015
Pembelajaran Proses Pembentukan Urine
Sistem ekskresi adalah salah satu materi IPA kelas 9 pada KTSP. Pembelajarannya biasanya dibagi 3 bagian. Bagian pertama tentang identifikasi alat-alat ekskresi beserta fungsinya. Bagian kedua adalah proses pembentukan urine. Dan bagian ketiga adalah penyakit atau kelainan pada sistem ekskresi beserta cara pencegahan atau pengobatannya.
Cerita saya kali ini adalah pembelajaran yg telah saya lakukan tentang proses pembentukan urine. Pada tahun-tahun sebelumnya, pada pembelajaran ini saya memakai model yang konvensional alias ceramah sampai mulut berbusa-busa, tenggorokkan kering dan batuk-batuk.. Lebay ya.. hehe..tapi emang itu yang terjadi kok.. Rasanya capee banget abis ngajar itu..
Tapi semua berubah setelah negara api menyerang... (minjem gayanya anak2)
Setelah saya mendapat pelatihan dari USAID Prioritas, saya merasa terbuka mata mendapat pengalaman yg luar biasa, saya jadi semakin tertarik mencari ide-ide baru yang dapat menarik siswa pada pembelajaran. Dari salah satu buku ide pembelajaran dari Usaid tersebut, saya mendapatkan ide ini. Ternyata gampang sekali, dan siswa-siswa saya juga jadi tertarik dan pelajarannya jadi lebih mudah dimengerti.
Idenya adalah membuat model ginjal dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, kemudian mencobakan sendiri prosesnya.
Untuk itu saya memakai saringan teh, botol plastik bekas, sedotan, selang kecil, balon dan air teh yg masih ada ampasnya..
Saringan difungsikan sebagai glomerulus, botol bekas sebagai rongga ginjal, sedotan sebagai ureter dan uretra, balon sebagai kantung kemih. Selang kecil sebagai pembuluh darah dari dan ke ginjal.
Kegiatan pembelajarannya, setelah model ginjal dibuat sendiri perkelompok, maka siswa akan mencobakan cara kerja model ginjal buatan sendiri.
Air teh berfungsi sebagai darah yang akan disaring, disaring dengan saringan, terus masuk ke rongga ginjal, terus ke ureter, ditampung dikantung kemih sampai penuh. Jika kantung kemih sudah penuh, akan terasa "kebelet", maka urine mesti dibuang melalui ureter.
Ternyata percobaan seperti ini membuat siswa2 lebih cepat mengerti, lebih aktif dalam kegiatan pembelajarannya..
Cerita saya kali ini adalah pembelajaran yg telah saya lakukan tentang proses pembentukan urine. Pada tahun-tahun sebelumnya, pada pembelajaran ini saya memakai model yang konvensional alias ceramah sampai mulut berbusa-busa, tenggorokkan kering dan batuk-batuk.. Lebay ya.. hehe..tapi emang itu yang terjadi kok.. Rasanya capee banget abis ngajar itu..
Tapi semua berubah setelah negara api menyerang... (minjem gayanya anak2)
Setelah saya mendapat pelatihan dari USAID Prioritas, saya merasa terbuka mata mendapat pengalaman yg luar biasa, saya jadi semakin tertarik mencari ide-ide baru yang dapat menarik siswa pada pembelajaran. Dari salah satu buku ide pembelajaran dari Usaid tersebut, saya mendapatkan ide ini. Ternyata gampang sekali, dan siswa-siswa saya juga jadi tertarik dan pelajarannya jadi lebih mudah dimengerti.
Idenya adalah membuat model ginjal dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, kemudian mencobakan sendiri prosesnya.
Untuk itu saya memakai saringan teh, botol plastik bekas, sedotan, selang kecil, balon dan air teh yg masih ada ampasnya..
Saringan difungsikan sebagai glomerulus, botol bekas sebagai rongga ginjal, sedotan sebagai ureter dan uretra, balon sebagai kantung kemih. Selang kecil sebagai pembuluh darah dari dan ke ginjal.
Kegiatan pembelajarannya, setelah model ginjal dibuat sendiri perkelompok, maka siswa akan mencobakan cara kerja model ginjal buatan sendiri.
Air teh berfungsi sebagai darah yang akan disaring, disaring dengan saringan, terus masuk ke rongga ginjal, terus ke ureter, ditampung dikantung kemih sampai penuh. Jika kantung kemih sudah penuh, akan terasa "kebelet", maka urine mesti dibuang melalui ureter.
Ternyata percobaan seperti ini membuat siswa2 lebih cepat mengerti, lebih aktif dalam kegiatan pembelajarannya..
Untuk kedepannya, jika saya masih mendapat tugas mengajar dikelas 9, mungkin akan ada beberapa hal yang ditambahkan.
Langganan:
Postingan (Atom)