Sabtu, 09 November 2019
Lomba Fotografi dalam Pembelajaran Penyerbukan
TOS Sebagai Sarana Pembelajaran
Senin, 01 Februari 2016
Belajar Arus Listrik dengan Comic Strip
Materi listrik dinamis diawali dengan pengenalan konsep arus listrik dan tegangan listrik. Tapi saya bingung menyampaikannya seperti apa. Bagi orang kelistrikan mungkin akan berkata bikin aja percobaan pake amperemeter dan voltmeter untuk melihat adanya arus listrik. Tapi karena disekolah saya mengajar alat2 lab belum lengkap, jadi opsi ini agak susah dilakukan. Mungkin kedepannya bisa dilakukan.
Akhirnya saya mengambil pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran kali ini. Idenya dari rekan guru dari sekolah tetangga yang memakai comic strip pada pembelajaran genetika. Nah, pada salah satu buku sumber saya yaitu Gasing Fisika dari Yohanes Surya terdapat komik yang seperti saya butuhkan ini. Jadilah saya memakai comic dari buku ini..
Setelah siswa membaca komik ini, secara berklompok siswa menjawab pertanyaan pertanyaan pada lembar kerja dengan diskusi kelompok. Setelah itu hasil kerja kelompoknya dipresentasikan didepan kelas..
Minggu, 31 Januari 2016
Bermain Sulap dengan Listrik Statis
Materi listrik statis cukup gampang dipraktekkan. Cukup dengan penggaris plastik dan sobekan kertas kecil2. Maka siswa bisa melihat fenomenanya.
Bagaimana jika ingin mengamati sifat listrik statis yaitu jika benda dengan muatan sama bila didekatkan maka akan terjadi tolak menolak, dan jika muatannya beda akan terjadi tarik menarik. Tadinya saya ingin memakai balon dan kain wol. Tapi sayang kain wol tidak ada. Waktu diganti dengan benang wol juga tidak berhasil.
Akhirnya saya memakai penggaris lagi, yang satu panjang, dan yang satunya lagi pendek. Penggaris pendek digantung dengan benang. Penggaris panjang diberi muatan dengan digosokkan ke rambut yang kering. Kemudian didekatkan kepenggaris yg pendek. Hasilnya penggaris pendwk akan bergerak mengikut penggaris panjang. Jadi seperti sulap bukan?
Bermain Peran dalam Persilangan
Banyak metoda ato strategi pembelajaran yang sudah banyak dicobakan oleh guru. Coba aja googling, pasti akan ketemu pembelajaran dengan berbagai macam media, mulai dari kancibg genetika, ada yang pake sedotan, ada koin, sampai yang terbaru yang saya temukan adalah menggunakan plastik mika warna warni yang. Tapi menurut saya kok rasanya masih kurang 'ngena' pada siswa. Materi itu serasa masih di awang - awang. Emang layangan..
Akhirnya saya coba pendekatan yang lain. Belum begitu sukses hasilnya, tapi setidaknya anak2 sudah mulai bisa mempunyai gambaran yang pas tentang persilangan berikut dengan simbol2nya.
Pertemuan pertama saya membahas tentang sifat2 yang diturunkan orang tua ke anak2nya. Sebagaimana biasa, pembelajaran dilakukan berkelompok. Salah satu anggota kelompok ditunjuk sebagai objek pengamatan. Anak yang ditunjuk ini diwawancarai oleh teman2nya tentang hal2 yang mirip dengan orang tuanya. Berpandu dengan lembar kerja yang saya bagikan, tugaspun dibagi. Ada anggota kelompok sebagai objek wawancara, ada yang mewawancarai, dan ada yang mencatat hasil wawancara.
Dari hasil wawancara ini anak2 bisa membedakan sifat dominan, resesif, intermediet. Juga mengenal istilah2 lain seperti parental, filial, alel, genotip dan fenotip.
Pertemuan kedua, adalah memahami bagaimana proses persilangan. Disini saya melakukan pendekatan yang sedikit berbeda dengan biasanya, yaitu bermain peran.
Sebelum bermain peran saya sudah menyiapkan label yaitu Parental jantan, parental betina, lambang2 genotip sifat2 yang disilangkan. Saya membuat pada kartu2 gen..
Nah, beberapa anak saya minta kedepan untuk menjadi model bermain peran. Ada yang jadi parental, dan ada yang jadi filial. Mereka memegang kartu sesuai perannya masing2. Kemudian saya mensimulasikan persilangan itu.
Hasilnyaaa.. Masih ada yang bingung.. Hehe..
Kedepannya saya akan berusaha menyempurnakan lagi sehingga dapat benar2 diaplikasikan dengan baik.
Sayang saya gak mendokumentasikan dengan lengkap. Next time.. InsyaAllah..
Rabu, 21 Oktober 2015
Game Kartu 3 Warna Dalam Pembelajaran Adaptasi
Pembelajaran minggu ini berlangsung sangat meriah. Loh, kok pembelajaran bisa meriah.. Kayak acara ulang tahun aja.. Hehe..
Materi pembelajaran kali ini adalah Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup, khususnya adaptasi. Sebenarnya ini materi yang cukup ringan bila dibandingkan materi- materi IPA yang lain dikelas 9. Dengan metoda konvensionalpun biasanya anak-anak akan cepat paham. Tapi, biasanya kalau cepat ingat akan cepat pula lupa.
Nah, supaya anak-anak tidak mudah melupakan materi ini, perlu dibuat kenangan yang menarik. Akhirnya saya memilih game untuk membuat kenangan itu bisa lekat dimemori mereka.
Didahului dengan penjelasan ringkas materi adaptasi dengan power point, kemudian siswa2 diskusi kelompok mengerjakan Lembar Kerja yang telah disiapkan. Setelah waktu yang ditentukan, diskusi selesai dan dilanjutkan dengan presentasi. Karena hasil diskusinya seragam, presentasi dibuat serentak seperti yang sudah saya ceritakan di Belajar Presentasi.
Setelah presentasi, game dimulai. Terlebih dahulu dibagikan ke siswa 3 kartu dengan warna yang berbeda. Merah, kuning dan hijau. Kartu merah adalah adaptasi morfologi, kartu kuning adalah adaptasi fisiologi dan kartu hijau adalah adaptasi tingkah laku.
Masing2 siswa memegang 3 kartu tersebut. Guru mulai membacakan soal yang pilihan jawabannya ada di 3 kartu tersebut. Setiap selesai membaca soal, siswa akan mengangkat salah satu kartu warna yang sesuai dengan piluhan jawabannya.
Game ini berlangsung meriah karena adanya kartu warna warni tersebut, juga tepuk tangan dan sorakan siswa yang merayakan bila jawabannya benar.
Sampai diakhir pembelajaran, ada siswa yang bilang ke saya,"Seru Bu, besok lagi ya, Bu."
Alhamdulillah.. :)
Sabtu, 10 Oktober 2015
Pembelajaran Otak
Pada pembelajaran tentang bagian-bagian otak, saya mencoba memakai media sederhana yang menggambarkan otak dan tulang belakang manusia.
Untuk otak, saya memakai bola yang diambil setengahnya saja. Bola kemudian digambarkan bagian-bagian otak dengan spidol. Untuk sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang cukup memakai kertas kardus.
Dengan media ini dan lembar kerja diharapkan diharapkan siswa dapat memahami bagian-bagian otak beserta fungsinya.
Belajar Presentasi
Senin, 21 September 2015
TTS Unsur
Yeayyy... Akhirnya ketemu juga cara pembelajaran yang menyenangkan pada materi tentang unsur. Biasanya juga bingung banget gimana caranya supaya anak-anak belajar unsur tidak membosankan.
Diawali dengan pengenalan unsur disekitar kita lewat presentasi dengan powerpoint. Supaya anak2 fokus perhatiannya, dikatakan bahwa nanti ada game tentang pelajaran kali ini. Setelah presentasi, kemudian tanya jawab dulu. Setelah itu baru dibagikan soal dalam bentuk TTS.
Responnya sangat bagus, anak2 menjadi termotivasi menyelesaikan tugasnya.
Kamis, 10 September 2015
Pembelajaran Sel Saraf
Salah satu materi kelas 9 yang paling saya anggap susah dalam menyampaikan sehingga siswa dapat memahaminya adalah sistem saraf. Bagaimana cara menjelaskan sel saraf bentuknya seperti apa, (ada gambar sih, tapi tidak begitu banyak menolong. Anak-anak sekarang susah diajak berimajinasi). Belum lagi cara kerja sel saraf, neuron sensorik, neuron konektor, ato neuron motorik. Terus juga tentang otak beserta bagian- bagiannya.
Dari dulu saya mencari cara pembelajaran saraf yang mudah dimengerti. Browsing di internet pun kebanyakan hanya memberikan teori tentang materinya saja. Tapi kegiatannya apa?
Akhirnya setelah melewati masa- masa melamun panjang diatas bus dalam perjalanan berangkat dan pulang dari sekolahan.. haha.. beneran lhoo.. soalnya jarak rumah dan sekolahan saya lumayan jauh, sekitar 1,5 jam perjalanan. Jadilah waktu- waktu perjalanan ini saya manfaatin untuk ngelamun. Tapi bukan sembarangan ngelamun, karena ngelamunnya nyari inspirasi. (Gaya banget).
Saya pengen ada suatu media sederhana yg menggambarkan neuron-neuron itu, dan bagaimana mereka saling menyampaikan pesan rangsangan.
Dulu saya sempat menggambarkan yang seperti di film animasi Jimmy Neutron. Tapi ternyata gak semua anak menontonnya. Saya mau tampilkan dikelas, sekolahan juga belum punya proyektor.. sedih banget ya..
Nah, alhamdulillah saya dapat memikirkan suatu model media sederhana yang menggambarkan sel-sel saraf itu.
Sel saraf digambarkan berupa serabut-serabut yang ada juluran yang panjang, disebut neurit dan juluran yang pendek disebut dendrit. Untuk membuat model dendrit dan neurit, saya memakai kabel listrik yang sudah dikupas.. beberapa helai kawat diikat dengan kertas label. Mengapa kertas label? Karena ini menggambarkan selaput myelin. Bagian yang tidak terbungkus kertas label adalah nodus ranvier.
Untuk badan sel, dipakai styrofoam yang dibentuk bulat, dan ditancapkan kepangkal ikatan kabel tadi. Model ini dapat dibuat 2-3 buah, dan dapat dihubungkan satu sama lain, ini menggambarkan sinapsis.
Dengan dibantu lembar kerja yang dibuat sendiri, diharapkan siswa mampu memahami materi ini.
Sabtu, 05 September 2015
Pembelajaran Proses Fertilisasi
Pembelajaran kedua pada Sistem Reproduksi adalah proses fertilisasi. Materinya tentang bagaimana proses terjadinya fertilisasi atau pembuahan, diawali dengan ovulasi, sampai terjadi kehamilan dan menstruasi.
Dulu-dulu, saya merasa kesusahan sekali dalam menjelaskan materi ini. Walaupun dibantu gambar atau video, siswa-siswa saya masih banyak juga yang kurang memahami. Dan lagi gambar atau video membuat siswa kurang aktif. Waktu itu saya belum bisa menggabungkan pembelajaran aktif dengan nonton video.. (kemana ajaaaa... hehe).
Nah, terinspirasi dari pembelajaran pembentukan urine, saya pun mendapatkan ide bagaimana kalau dibuat model alat reproduksi wanita dari bahan-bahan yang gampang didapat disekitar, bahkan bisa memakai bahan bekas juga.
Jadilah modelnya seperti difoto. Botol besar dipotong, dipakai bagian yang mengerucutnya. Itu adalah model dari "uterus".
Botol kecil, juga dipotong diambil bagian kerucutnya, itu adalah ovarium. "Ovarium" ini diisi dengan bola-bola tisu yang merupakan perumpamaan dari "ovum". Untuk saluran tuba fallopi, saya memakai selang air dipotong sekitar 15 cm. Ujungnya dibuat agak mengembang. Untuk mendramatisir telah terjadi kehamilan, maka pada dinding rahim bagian dalam ditempelkan potongan kertas mirip janin manusia.. hehe.. kan pura-puranya lagi hamil, gituu..
Saya memodelkan pembuatan alatnya didepan kelas, kemudian siswa pada masing-masing kelompok membuat sendiri modelnya. Kemudian siswa mengisi lembar kerja yang telah dibagikan.
Setelah semua selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan alat buatan mereka didepan kelas..
Jumat, 04 September 2015
Pembelajaran Alat-alat Reproduksi
Bab yang kedua kelas 9 adalah Sistem Reproduksi. Biasanya dibagi tiga bagian juga. Bagian pertama adalah alat reproduksi beserta fungsinya, bagian kedua proses fertilisasi, dan yang ketiga berkenaan dengan penyakit-penyakit yang menyerang sistem reproduksi.
Pada pembelajaran yang pertama tentang alat-alat reproduksi dan fungsinya, saya membuat game sederhana. Saya menyiapkan potongan-potongan kertas yang bertuliskan nama alat reproduksi laki-laki dan perempuan beserta fungsinya. Semuanya dipotong terpisah.
Dikelas, terlebih dahulu saya menyiapkan siswa dengan meminta siswa membaca materi tentang alat reproduksi per kelompok.
Setelah batas waktu yang ditentukan, saya memulai "game" dengan membagikan potongan kertas yg dimasukan kedalam amplop tertutup. Siswa menyiapkan kertas plano dan lem. Game pun dimulai!!
Siswa harus memasang-masangkan nama alat reproduksi beserta fungsinya. Dan juga mengelompokan alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Kemudian ditempel dikertas plano.
Setelah waktu yang ditentukan, game selesai. Siswa mempresentasikan hasil kelompoknya, kelompok dengan hasil terbaik berhak memajangkan hasil karyanya dipapan pajangan.





